FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya turun langsung ke SPBU Nibung, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Jumat (18/9/2026), menyikapi antrean panjang kendaraan akibat keterbatasan pasokan solar subsidi. Dari peninjauan tersebut, kuota solar untuk SPBU Nibung mendapat tambahan 8 ton.
Penambahan pasokan itu menjadi salah satu langkah untuk merespons keluhan masyarakat yang selama ini harus mengantre untuk mendapatkan solar. Didit mengatakan persoalan ketersediaan BBM perlu dilihat langsung karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang bergantung pada solar.
“Persoalan BBM bukan sekadar masalah antrean. Bagi masyarakat tertentu, terutama pelaku usaha dan pekerja yang bergantung pada solar, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi mereka,” kata Didit.
Menurut Didit, kondisi di Koba perlu mendapat perhatian karena penjualan solar subsidi disebut terpusat di SPBU Nibung. Konsentrasi permintaan pada satu titik membuat ketersediaan BBM dan panjang antrean menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat setiap hari harus datang dan mengantre panjang hanya untuk mendapatkan solar. Kita harus melihat persoalan ini secara langsung dan mencari solusi yang nyata,” ujarnya.
Ia menilai tambahan kuota 8 ton diharapkan dapat memperkuat pasokan solar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terlayani lebih baik. Namun, Didit mengingatkan penambahan kuota harus diikuti dengan penyaluran yang tertib dan sesuai ketentuan.
