Aparat Pastikan DAS Kampak Steril Tambang Ilegal, Warga Minta Penambangan Rakyat Dicarikan Solusi Legal

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Aparat gabungan memastikan tidak ditemukan aktivitas penambangan ilegal saat melakukan pengecekan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (8/9/2026) siang.

Pengecekan tersebut dilakukan menyusul viralnya pemberitaan mengenai dugaan aktivitas tambang liar di kawasan tersebut.

Tim gabungan melibatkan Satpolairud Polres Bangka Barat, Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta Polsek Jebus.

Kasatpolairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono, mengatakan petugas memang menemukan sejumlah ponton di kawasan DAS Kampak. Namun, seluruh peralatan tersebut dalam kondisi tidak beroperasi.

Menurut keterangan masyarakat setempat, aktivitas penambangan telah dihentikan sejak Senin malam.

«“Kami bersama-sama dengan tokoh masyarakat mengecek langsung ke lokasi. Memang ditemukan adanya ponton-ponton di DAS tersebut, namun tidak ada aktivitas satu pun. Terlihat beberapa peralatan sudah mulai dibereskan oleh pemiliknya,” ujar Yudi, Selasa (8/9/2026) sore.»

Yudi mengapresiasi sikap kooperatif masyarakat dan para penambang yang menghentikan aktivitas setelah mendapat imbauan dari kepolisian.

Selain melakukan pengecekan, aparat gabungan juga memasang spanduk larangan aktivitas penambangan di sepanjang perairan DAS Kampak.

Warga Minta Pemerintah Carikan Jalan Keluar

Di tengah penghentian aktivitas tambang, muncul persoalan lain yang menjadi perhatian masyarakat. Warga mengaku menggantungkan perekonomian keluarga dari aktivitas pertambangan rakyat.

Ketua Masjid Dusun Kampak, Zainudin, menyampaikan kondisi tersebut kepada aparat yang berada di lokasi. Ia meminta pemerintah daerah mencarikan solusi agar aktivitas penambangan masyarakat dapat dilakukan secara legal.

Zainudin menyebut kawasan DAS Kampak berada di wilayah Area Penggunaan Lain (APL), bukan kawasan hutan lindung. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengkaji kemungkinan penataan dan pemberian izin sesuai ketentuan yang berlaku.

«“Kami kasihan sama anak-anak, rumah yang tidak terbayar lagi ke bank kalau (tambang) dihentikan seperti ini. Selama ini, alhamdulillah kegiatan di sini membuat masyarakat bisa melunasi utang bank dan bisa membangun masjid lewat swadaya. Kalau tiba-tiba ditutup, kami mau cari makan ke mana?” keluh Zainudin.»

Menurutnya, kondisi hasil tangkapan nelayan saat ini juga tidak cukup untuk menjadi satu-satunya sumber penghasilan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *